Trik & Tips Rem – Smashersbanten’s Blog

Ban tubeless adalah roda yg dirancang tanpa karet dalam. Ban ini resmi digunakan buat sepeda gunung dalam 1999.  Para penciptanya adalah Mavic, Michelin, & Hutchinson. Menurut situs slowtwitch.com,  20 Mei 2012, mereka bekerja sama buat membentuk standar baru buat ban sepeda gunung, bernama  Universal Sistem Tubeless atau UST.

Meski dalam awalnya UST dirancang buat ban sepeda gunung, tapi kinipelbagai jenis tunggangan menggunakannya. Kebanyakan pengemudi memilih ban tubeless menggunakan alasan kepraktisan semata. Sebab mereka tidak perlu bersusah payah mengubah ban jika mengalami kebocoran. Cukup menambal ban berdasarkan luar.

Tapi tidak poly juga yang mengerti cara merawat ban tubeless. Menurut mekanik Bengkel Tambal Ban di Jalan Beringin, Cijantung, Jakarta Timur, Irwan Harahap, tidak sulit merawat ban tubeless. Yang paling krusial, Anda mesti mengerti cara mengatur angin dalam ban.

“Angin ban depan wajib32 psi dan belakang 38 hingga 40 psi,” kata Irwan saat diwawancarai Plasadana.com buat Yahoo Indonesia, Sabtu, 22 November 2014.

Tekanan angin dalam ke 2 ban nir boleh kurang menurut angka itu. Bila saja berada pada bawah 20 psi, ban mampu terlepas dari pelek roda. “Sebab ban tubeless tidak mempunyai ban dalam,” istilah dia. “Kalau ban hingga terlepas, bisa jadi menimbulkan celaka kala berkendara.”

Jumlah angin yg melebihi batas pun berdampak tidak baik. Bukan hanya membuat pengendara merasa tak nyaman, akan tetapi pula akan berpengaruh dalam keutuhan shock breaker. Irwan menjelaskan, ban yang terlalu kebanyakan angin tidak akan menaruh daya pantul, terutama waktu jalan bergelombang. “Lantaran ban tidak ngeper, shock breaker akan rusak.”

Langkah lain untuk merawat keutuhan ban tubeless merupakan tidak dari mencabut paku atau benda eksklusif yang menusuk karet roda. Pelepasan paku itu sebaiknya dilakukan sehabis si pengendara menemukan bengkel spesifik tambal ban tubeless. Kalau paku pribadi dicabut berdasarkan ban, angin akan terus berhembus sampai habis. “Lagi-lagi, ban bisa terlepas berdasarkan pelek.”

Untuk bepergian jeda jauh, Irwan menyarankan si empunya tunggangan buat memasukan cairan pencegah bocor, misalnya tire guard. Caranya pun tak sulit. Pertama, keluarkan sedikit angin menurut ban tubeless. Kedua, tambahkan cairan tire guard melalui pentil roda. Kemudian, pompa pulang ban ke tekanan yg dianjurkan.

“Kalau pun ban sudah tidak lagi layak layak tubeless, jangan langsung Anda buang,” istilah dia. “Cukup relatif memasukkan ban dalam, & jadilah ban biasa. Hemat.” Penulis : Nasir

Ban tubeless merupakan roda yg didesain tanpa karet dalam. Ban ini resmi dipakai untuk sepeda gunung dalam 1999.  Para penciptanya adalah Mavic, Michelin, dan Hutchinson. Menurut situs slowtwitch.com,  20 Mei 2012, mereka bekerja sama buat membentuk standar baru buat ban sepeda gunung, bernama  Universal Sistem Tubeless atau UST.

Meski dalam awalnya UST didesain untuk ban sepeda gunung, tapi kinipelbagai jenis kendaraan menggunakannya. Kebanyakan pengemudi menentukan ban tubeless dengan alasan kepraktisan semata. Sebab mereka nir perlu bersusah payah mengganti ban jika mengalami kebocoran. Cukup menambal ban dari luar.

Tapi tidak banyak pula yg mengerti cara merawat ban tubeless. Menurut mekanik Bengkel Tambal Ban di Jalan Beringin, Cijantung, Jakarta Timur, Irwan Harahap, tidak sulit merawat ban tubeless. Yang paling krusial, Anda mesti mengerti cara mengatur angin pada ban.

“Angin ban depan harus 32 psi dan belakang 38 hingga 40 psi,” kata Irwan waktu diwawancarai Plasadana.com buat Yahoo Indonesia, Sabtu, 22 November 2014.

Tekanan angin dalam kedua ban tidak boleh kurang berdasarkan angka itu. Bila saja berada di bawah 20 psi, ban bisa terlepas menurut pelek roda. “Sebab ban tubeless tidak mempunyai ban pada,” istilah dia. “Kalau ban hingga terlepas, sanggup jadi menimbulkan celaka kala berkendara.”

Jumlah angin yang melebihi batas pun berdampak buruk. Bukan hanya membuat pengendara merasa tak nyaman, tapi juga akan berpengaruh dalam keutuhan shock breaker. Irwan mengungkapkan, ban yang terlalu kebanyakan angin nir akan memberikan daya pantul, terutama waktu jalan bergelombang. “Lantaran ban nir ngeper, shock breaker akan rusak.”

Langkah lain buat merawat keutuhan ban tubeless merupakan tidak dari mencabut paku atau benda eksklusif yang menusuk karet roda. Pelepasan paku itu sebaiknya dilakukan sesudah si pengendara menemukan bengkel khusus tambal ban tubeless. Kalau paku langsung dicabut menurut ban, angin akan terus berhembus sampai habis. “Lagi-lagi, ban sanggup terlepas menurut pelek.”

Untuk bepergian jarak jauh, Irwan menyarankan si empunya kendaraan buat memasukan cairan pencegah bocor, misalnya tire guard. Caranya pun tak sulit. Pertama, keluarkan sedikit angin berdasarkan ban tubeless. Kedua, masukkan cairan tire guard melalui pentil roda. Kemudian, pompa kembali ban ke tekanan yg dianjurkan.

“Kalau pun ban sudah tidak lagi layak layak tubeless, jangan pribadi Anda buang,” kata dia. “Cukup cukup memasukkan ban pada, & jadilah ban biasa. Hemat bukan ,.

source :https://id.warta.yahoo.com/cara-merawat-ban-tubeless-sepeda-motor-045434702.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *