Cara Menentukan Motor Penggerak

Dalam merancang mesin dengan asal penggerak motor, atau sejenisnya, ada beberapa hal yg perlu diperhatikan pada memilih motor penggeraknya. Motor penggerak pun mempunyai berbagai macam jenis, misalnya motor pembakaran dalam, dan motor listrik. Motor pembakaran dalam misalnya mesin bensin atau spark ignition engine, & mesin diesel atau compression ignition engine. Motor listrik, misalnya motor AC dan DC, motor stepper, motor servo, dan lain-lain. Pemilihan pada hal ini tergantung kebutuhan mesin dan macam gerakan yang diperlukan. Dalam ulasan ini, gw nir membahas mengenai pemilihan jenis ini, namun yg lebih umum, misalnya kecepatan dan daya motor, sinkron dengan pengalaman simpel saya dalam pekerjaan.

Untuk beberapa merek motor, mereka selalu memperlihatkan produk gearbox juga, atau seringkali diklaim geared motor. Sebenarnya secara desain, gearbox dan motornya bisa dipisahkan sehingga gearbox merek A bisa dipasang dengan motor merek B, dengan memakai universal flange, atau pribadi bisa disambung bila memiliki posisi joining baut yang sama. Umumnya kabar pada katalog tentang motor ber-gearbox ini terdiri dari tipe geared motor, daya motor, rasio gearbox, faktor keamanan, torsi hasil, dan kecepatan hasil gearbox. apabila ingin mengubah motor menggunakan daya lebih akbar & gearbox nir diubah, pastikan flange penghubung antara gearbox dan motor bersesuaian, & pula perhitungkan ulang daya hasil yang didapatkan (perkiraan daya output & input sama, dengan perubahan kecepatan rotasi & torsi motor) apakah telah sinkron dengan desain sebelumnya.

Secara generik, fakta dalam nameplate motor mampu menjelaskan spesifikasi motor. Umumnya nameplate terdiri atas tipe motor dan gearbox, rasio gearbox, dan daya motor. Penggantian motor menggunakan merek lain perlu dikonsultasikan lebih lanjut dengan pihak supplier motor, dengan memperhatikan desain mesin, kecepatan output dan daya yang dibutuhkan.

Daya motor sangat tergantung pada besar& jenis beban yg dibawa sang mesin. Semakin akbar beban yg ditanggung mesin, semakin akbar daya motor yang dibutuhkan. Beban yg dimaksud termasuk rugi ukiran transmisi, dan jua impact waktu loading beban. Satuan daya yang umum digunakan merupakan kiloWatt & Horse Power.

Umumnya tiap motor memiliki kecepatan eksklusif sinkron menggunakan katalog. Ada motor menggunakan 2800-an rpm, 1400-an rpm, & 900-an rpm, tergantung merek dan jenis motor. Yang terpenting merupakan kecepatan hasil yg didapatkan. Dengan motor & gearbox yang bersesuaian pada katalog atau melalui perhitungan, kita dapat memperoleh kecepatan hasil gearbox. Sedang kecepatan output tergantung pada kapasitas mesin. Kapasitas pada sini adalah seberapa poly beban yg dipindahkan pada satuan saat. Semisal, konveyor yang memindahkan botol menggunakan diameter 7 centimeter dengan kebutuhan 120 botol per mnt, maka butuh pergerakan linear konveyor sebesar 840 centimeter/mnt. apabila diameter efektif atau pitch diameter berdasarkan sprocket penggerak sebanyak 400 mm, maka diharapkan kecepatan putar hasil motor gearbox sebesar lebih kurang 42 rpm atau revolutions per minute. Pengaturan kecepatan hasil bisa dilakukan menggunakan mengatur inverter motor buat motor AC hingga sahih-sahih diperoleh kecepatan motor yg dibutuhkan. Atau pengaturan governor atau sejenisnya buat mengatur masukan bahan bakar pada motor pembakaran pada.

Perhitungan Umum Yang Digunakan

Secara umum perhitungan yang digunakan adalah turunan hukum kekekalan energi. Daya hasil sama menggunakan daya input, menggunakan perkiraan rugi-rugi transmisi diabaikan.

Jika P1 merupakan daya input & P2 merupakan daya output. Sedang Daya merupakan Usaha dibagi Waktu. Usaha secara generik yg kita kenal adalah gaya kali jarak perpindahan. Sehingga secara generik persamaan Daya merupakan gaya kali jeda perpindahan dibagi saat yg diharapkan.

Jika s/t adalah kecepatan, maka persamaan di atas dapat menjadi berikut.

apabila pergerakan yg dialami merupakan radial alias berputar, maka v atau kecepatan linear diganti dengan ω atau kecepatan radial, sehingga persamaan menjadi berikut.

Di mana r merupakan jari-jari efektif dari sprocket atau pulley penggerak mesin. apabila gaya dikalikan menggunakan jari-jari, akan didapati torsi, sehingga persamaan sebagai berikut.

Dengan mensubstitusikan persamaan awal menggunakan persamaan di atas diperoleh persamaan berikut.

Persamaan pada atas sekitar bisa digunakan buat perhitungan motor dengan perkiraan tidak terdapat rugi transmisi. Di mana T1 adalah torsi input, ω1 adalah kecepatan rotasi input, T2 adalah torsi output, & ω2 adalah kecepatan rotasi hasil.

Untuk beberapa merek motor gearbox, mereka telah memperhitungkan dan menjelaskan torsi output dan kecepatan rotasi hasil. apabila keterangan tersebut sudah terdapat pada katalog, lebih baik mengikuti perhitungan katalog & nir menghitungnya pulang. Semoga berguna Tagged: Desain, Mesin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *